Holding Perkebunan Nusantara Terus Dorong Transisi Energi dan Efisiensi, Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau
Holding
Perkebunan Nusantara Terus Dorong Transisi Energi dan Efisiensi, Pabrik Sawit
PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau
JAKARTA —
Upaya penguatan praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit kembali mendapat
pengakuan. Dua unit pabrik milik PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero),
yakni Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi, meraih peringkat
Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode
2024–2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup.
Penghargaan
tersebut diumumkan dalam seremoni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta
Timur, beberapa waktu lalu. Peringkat Hijau dalam PROPER menunjukkan bahwa
perusahaan dinilai telah melampaui standar kepatuhan dasar pengelolaan lingkungan
atau beyond compliance.
Direktur
Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian ini mencerminkan
arah transformasi perusahaan yang semakin menitikberatkan pada efisiensi energi
dan penurunan emisi. “Kami berupaya mengoptimalkan pemanfaatan energi
terbarukan serta menekan emisi di area produksi. Ini menjadi bagian dari
strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Jatmiko kepada media, Selasa
(05/05/2026).
Salah satu
inovasi diterapkan di PKS Sei Mangkei yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus
Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pabrik ini mengoperasikan
fasilitas methane capture yang menangkap gas metana dari limbah cair kelapa
sawit (POME) untuk diolah menjadi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga
Biogas (PLTBg). Pemanfaatan ini dinilai mampu mengurangi emisi gas rumah kaca
sekaligus meningkatkan efisiensi energi internal pabrik.
Sementara
itu, PKS Bah Jambi melakukan sejumlah langkah efisiensi operasional, antara
lain konversi pompa air berbahan bakar solar menjadi pompa listrik. Berdasarkan
data perusahaan, langkah ini menurunkan konsumsi solar secara signifikan, dari
3.695 liter pada 2023 menjadi 2.364,7 liter pada 2024. Selain itu, otomatisasi
pada tangki air panas juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.
Dalam
pengelolaan limbah padat, kedua pabrik memanfaatkan serat kelapa sawit sebagai
bahan bakar untuk pembangkit listrik dan produksi uap. Adapun limbah tandan
kosong (jangkos) dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Khusus di Bah Jambi,
limbah tersebut juga dimanfaatkan bersama masyarakat sekitar sebagai media
tanam jamur.
Direktur
Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan
perusahaan menargetkan peningkatan kinerja lingkungan di seluruh unit
operasional. Saat ini, manajemen menetapkan standar minimal peringkat Biru
untuk seluruh pabrik dan kebun. “Kami mendorong lebih banyak unit untuk naik ke
peringkat Hijau pada periode berikutnya, bahkan dalam jangka panjang menuju
PROPER Emas,” kata Ugun.
Berdasarkan
data Rapor Final PROPER 2024–2025, sejumlah unit usaha lainnya di lingkungan
PTPN IV PalmCo telah memenuhi standar kepatuhan lingkungan dan meraih peringkat
Biru.
Capaian ini
menjadi bagian dari upaya industri sawit nasional untuk menjawab tantangan
keberlanjutan, di tengah tuntutan global terhadap praktik produksi yang lebih
ramah lingkungan.

Comments
Post a Comment