Dari
Kereta hingga Sepeda, Karyawan PalmCo Dukung Kampanye Bebas Emisi Holding
Perkebunan Nusantara
JAKARTA – Isu penghematan energi kembali menjadi perhatian
di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong
efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), penggunaan transportasi publik,
serta perubahan pola mobilitas masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga
ketahanan energi nasional.
Sejalan dengan semangat tersebut, Holding Perkebunan
Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo terus mendorong
budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan, termasuk melalui kebiasaan
sederhana yang dijalankan para karyawannya dalam aktivitas sehari-hari.
Di berbagai wilayah operasional PalmCo, sejumlah
karyawan memilih menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan
untuk menuju tempat kerja, mulai dari kereta, bus, sepeda, hingga berjalan
kaki.
Bagi sebagian karyawan, pilihan tersebut awalnya
lahir karena alasan praktis seperti lebih hemat, lebih cepat, atau lebih sehat.
Namun dalam keseharian, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi
nyata dalam mendukung pengurangan konsumsi BBM dan emisi kendaraan pribadi.
Di Head Office PTPN IV PalmCo, Nabila Shifa menjadi
salah satu karyawan yang memilih menggunakan transportasi umum. Setiap hari, ia
menempuh perjalanan dari Depok menuju Jakarta menggunakan Commuter Line.
Sebagai warga komuter, Nabila sudah terbiasa dengan
rutinitas pagi, mulai dari menuju stasiun, menunggu kereta, hingga melanjutkan
perjalanan menuju kantor.
“Awalnya saya menggunakan Commuter Line karena lebih
praktis dari Depok ke Jakarta. Tetapi lama-kelamaan saya merasa ini juga
menjadi cara sederhana untuk ikut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,”
ujar Nabila.
Menurutnya, penggunaan transportasi umum membuat
perjalanan lebih terukur dan efisien. “Dengan Commuter Line, saya bisa
memperkirakan waktu perjalanan. Biayanya juga lebih efisien. Bagi saya, ini
bukan hanya soal berangkat kerja, tetapi juga soal membangun kebiasaan yang
lebih bertanggung jawab terhadap energi dan lingkungan,” katanya.
Pilihan serupa juga dilakukan Christovanly, karyawan
PTPN IV PalmCo Head Office yang menggunakan TransJakarta sebagai moda
transportasi menuju kantor. “TransJakarta sangat membantu mobilitas saya.
Selain lebih hemat, saya juga merasa ikut berkontribusi dalam mengurangi
kepadatan lalu lintas dan konsumsi BBM,” ujar Christovanly.
Ia menilai perubahan kebiasaan tidak selalu harus
dilakukan melalui langkah besar. “Mungkin terlihat sederhana, hanya memilih
naik bus. Tapi kalau dilakukan oleh banyak orang, dampaknya akan terasa. Kita
bisa ikut mendukung efisiensi energi dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu di PTPN IV Regional III Riau, sejumlah
karyawan mulai membiasakan diri menggunakan sepeda untuk berangkat ke kantor
melalui Komunitas Gowes Regional III atau Go_R3.
Ketua Go_R3, Hendra, mengatakan minat karyawan untuk
bersepeda terus meningkat sejak awal bulan lalu. “Sejak awal bulan lalu, kami
melihat semakin banyak karyawan yang menggunakan sepeda ke kantor. Ini
perkembangan yang positif karena bersepeda bukan hanya membuat tubuh lebih
sehat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap efisiensi energi,” ujar
Hendra.
Menurutnya, aktivitas bersepeda juga mempererat
kebersamaan antarpegawai di luar ruang kerja formal. “Kami ingin gerakan ini
berkelanjutan. Kalau semakin banyak karyawan yang ikut, pesan yang disampaikan
juga semakin kuat bahwa kita bisa berkontribusi terhadap penghematan energi
mulai dari diri sendiri,” katanya.
Di Medan, karyawan PTPN IV Regional I Rahmad
Syahputra memilih berjalan kaki menuju kantor setiap hari sebagai bagian dari
kebiasaan hidup sehat. “Bagi saya berjalan kaki ke kantor itu menyenangkan.
Saya memang suka olahraga, jadi aktivitas ini sekaligus menjadi cara menjaga
kebugaran sebelum mulai bekerja,” ujar Rahmad.
Ia menilai berjalan kaki menjadi pilihan yang
efektif selama jarak rumah dan kantor masih memungkinkan. “Kalau jaraknya masih
bisa ditempuh dengan berjalan kaki, saya lebih memilih jalan. Lebih sehat,
lebih sederhana, dan tentu lebih hemat energi,” katanya.
Hal serupa juga dilakukan Hery Kusdiyanto, karyawan
PTPN IV Regional VII Lampung yang rutin berjalan kaki menuju kantor. “Menurut
saya berjalan kaki itu lebih hemat. Tidak perlu biaya transportasi, tidak
menggunakan BBM, dan badan juga terasa lebih segar,” ujar Hery.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat
memberikan manfaat nyata bagi kesehatan maupun lingkungan. “Kalau bisa dimulai
dari diri sendiri, kenapa tidak? Hal kecil seperti berjalan kaki ternyata
memberi manfaat untuk kesehatan dan lingkungan,” katanya.
Berbagai kebiasaan yang dijalankan para karyawan
PalmCo tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi energi dapat dimulai dari
langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan
transportasi publik, bersepeda, hingga berjalan kaki, seluruhnya menjadi bagian
dari budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan dan pengurangan emisi.
Melalui semangat tersebut, Holding Perkebunan
Nusantara bersama PTPN IV PalmCo terus mendorong terciptanya lingkungan kerja
yang lebih adaptif, sehat, dan berorientasi pada keberlanjutan, sejalan dengan
komitmen perusahaan dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan
pembangunan rendah emisi.

Comments
Post a Comment