Dukung Transformasi SDM Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV Regional V Gelar Sertifikasi Kompetensi Askep
Pontianak – Sebagai bagian dari komitmen dalam membangun
sumber daya manusia (SDM) yang unggul, profesional, dan berdaya saing, PTPN IV
Regional V, anak usaha Holding Perkebunan Nusantara kembali mengikutsertakan
para Asisten Kepala (Askep) dalam Program Sertifikasi Kompetensi Asisten Kepala
Batch II dan Batch III Tahun 2026.
Program yang diselenggarakan bekerja sama dengan PT
LPP Agro Nusantara sebagai mitra pelaksana tersebut merupakan langkah strategis
perusahaan dalam memastikan kesiapan pemimpin operasional kebun menghadapi
dinamika industri perkebunan yang semakin kompetitif, sekaligus mendukung
implementasi standar kompetensi yang berlaku di sektor perkebunan.
Pada Program Sertifikasi Kompetensi Asisten Kepala
Batch II dan Batch III Tahun 2026, PTPN IV Regional V mengirimkan delapan
peserta. Sebanyak empat peserta mengikuti Batch II yang berlangsung pada 8–10
Juni 2026, sedangkan empat peserta lainnya mengikuti Batch III pada 22–24 Juni
2026 di Yogyakarta.
Peserta berasal dari berbagai unit kerja di
lingkungan perusahaan, yakni Eddy Sembiring Ruben (Asisten Kepala Kebun Danau
Salak), Pingko Abdianta Tarigan (Asisten Kepala Kebun Tajati), Hendro Budianta
(Asisten Kepala Kebun Pamukan), Muammar Ridha (Asisten Kepala Kebun Parindu),
Shandy Faiza (Asisten Kepala Kebun Pelaihari), Sanno Priadi Purba (Asisten
Kepala Kebun Tajati), Haswan (Asisten Kepala Kebun/PKS Longkali), serta Yandi
Olopan Saragi (Asisten Kepala Kebun Ngabang).
Di tengah meningkatnya tuntutan industri perkebunan
terhadap kompetensi tenaga kerja yang terstandarisasi, perusahaan memandang
pengembangan SDM sebagai faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan bisnis.
Melalui program ini, PTPN IV Regional V menegaskan komitmennya dalam mendukung
implementasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta
memastikan kesiapan peserta menghadapi proses asesmen yang mengacu pada standar
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Business Support Head PTPN IV Regional V, Donny
Amril, menyampaikan bahwa program sertifikasi kompetensi Asisten Kepala merupakan
bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan tersedianya pemimpin operasional
yang memiliki kompetensi sesuai standar industri perkebunan nasional.
Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan melalui
dua tahapan, yakni pembekalan teknis sebelum asesmen serta pelaksanaan
sertifikasi oleh lembaga sertifikasi yang berwenang. Melalui proses tersebut,
perusahaan berharap setiap peserta mampu memenuhi standar kompetensi yang telah
ditetapkan serta mendukung peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan.
“Pengembangan kompetensi karyawan merupakan
investasi strategis perusahaan dalam mendukung transformasi dan keberlanjutan
bisnis. Sertifikasi kompetensi bukan sekadar pengakuan atas kemampuan individu,
melainkan instrumen untuk memastikan bahwa setiap pemimpin operasional memiliki
standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan tuntutan bisnis
perusahaan. Dengan kompetensi yang terukur dan terstandarisasi, perusahaan
dapat terus meningkatkan produktivitas, efektivitas operasional, serta daya
saing perusahaan di masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan kompetensi karyawan
merupakan investasi strategis perusahaan dalam mendukung transformasi dan
keberlanjutan bisnis. Sertifikasi kompetensi, menurutnya, bukan sekadar
pengakuan atas kemampuan individu, melainkan juga instrumen untuk memastikan
setiap pemimpin operasional memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan
kebutuhan industri dan tuntutan bisnis perusahaan.
“Dengan kompetensi yang terukur dan terstandarisasi,
perusahaan dapat terus meningkatkan produktivitas, efektivitas operasional,
serta daya saing perusahaan di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Donny berharap ilmu dan pengalaman
yang diperoleh selama mengikuti Program Sertifikasi Kompetensi Asisten Kepala
dapat dibagikan kepada rekan-rekan di unit kerja masing-masing sehingga manfaat
program dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh unit kerja.
Perkuat
Standar Kompetensi Operasional
Sementara itu, salah satu peserta, Yandi Olopan
Saragi, Asisten Kepala Kebun Ngabang, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan
yang diberikan perusahaan untuk mengikuti program sertifikasi kompetensi
tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkuat
pemahaman teknis dan manajerial dalam pengelolaan kebun, tetapi juga menjadi
sarana untuk menyelaraskan standar kompetensi para Asisten Kepala sesuai dengan
kebutuhan dan tuntutan perusahaan yang terus berkembang.
"Melalui kegiatan ini, kami memperoleh
pembekalan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi serta memperkuat
pemahaman terhadap standar kerja yang berlaku. Kami berharap ilmu dan
pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan secara optimal dalam mendukung
peningkatan kinerja operasional di unit kerja masing-masing," ujar Yandi.
Melalui pelaksanaan Program Sertifikasi Kompetensi
Asisten Kepala Batch II dan III Tahun 2026, PTPN IV Regional V di bawah naungan
Holding Perkebunan Nusantara terus menegaskan komitmennya dalam membangun
sumber daya manusia yang profesional, kompeten, adaptif, dan berintegritas.
Penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan
produktivitas, efektivitas operasional, serta daya saing perusahaan secara
berkelanjutan melalui pengelolaan perkebunan yang modern, unggul, dan
berorientasi pada kinerja.

Comments
Post a Comment