Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN I Mulai Bangkitkan Kembali Kopi Arabika Jawa di Lereng Ijen
BONDOWOSO – PTPN I, subholding dari
Holding Perkebunan Nusantara memulai penanaman kopi jenis Arabika Jawa (Arabica
Java Coffee) di lereng Gunung Ijen, Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Jawa
Timur, Selasa (11/11/25). Di bawah operasional Regional 5, lahan seluas 293
hektare yang berada di Afdeling Kampung Malang, Rayon Kalisat Jampit dan Blawan
menjadi target pertama penanaman. Kebijakan memuliakan kopi khas Kawah Ijen ini
merupakan Upaya membangkitkan kembali kejayaan masa lalu yang saat ini meredup.
Direktur
Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengapresiasi kecepatan manajemen Regional 5
merespons kebijakan Kantor Pusat. Ia mengatakan, program revitalisasi
perkebunan yang dilaksanakan PTPN I merupakan implementasi dari Program
Hilirisasi yang digelorakan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita
terus menggenjot impelementasi Program Hilirisasi yang dicanangkan oleh bapak
Presiden Prabowo. Untuk bidang Perkebunan, terutama di PTPN I kami mencari
sektor-sektor yang relevan dengan tujuan hilirisasi. Yakni, program yang
membuka lapangan kerja, menggairahkan ekonomi Kawasan, dan mengentaskan
kemiskinan,” kata Teddy Yunirman Danas.
Tentang
program “Membangkitkan Kopi Arabika Jawa” di lereng Gunung Ijen, Teddy Yunirman
Danas mengaku telah menyetujui Langkah ini sejak awal diusulkan. Dalam banyak
kesempatan, Teddy menyebut manajemen terus mencari berbagai potensi berserta
keunggulan-keunggulannya untuk dikuatkan dan dibangkitkan kembali.
Kopi
Arabika Jawa, kata dia, posisi reputasinya selevel dengan beberapa produk
unggulan PTPN I yang merupakan warisan zaman Belanda. Beberapa produk PTPN I
yang sohor bahkan sampai Eropa dan manca negara, antara lain teh hitam,
tembakau Deli, cerutu Golden Djava, kopi robusta, dan lainnya adalah modal
reputasi yang sangat berharga.
“Kopi
Arabika Jawa merupakan produk khas yang sejak dulu dibudi daya oleh PTPN I di
Kawasan Gunung Ijen. Sekarang sinarnya sedang meredup dan akan kita bangkitkan
lagi. Kita sudah punya modal brand yang sangat kuat, tinggal klik sekali, saya
yakin akan dapat posisi yang bagus,” kata dia.
Partisipasi Warga
Tanam
perdana kopi Arabika Jawa pada Selasa lalu terasa berbeda dari acara Perusahaan
biasanya. Selain para pekerja Perusahaan, hadir puluhan warga sekitar yang akan
ikut berkolaborasi sebagai mitra Perusahaan. Dengan seremoni sederhana, mereka
tampak serius mencermati berbagai aspek teknis dan model kerja sama yang akan
dijalankan.
“Kami
mengundang warga sekitar untuk menjalin kerja sama dalam program tanam ulang
kopi Arabika ini. Ini bukan sekadar bisnis, tetapi mengembalikan reputasi kopi
arabika jawa dan membangun ekonomi bersama Masyarakat sehingga harmoni sosial
bisa pulih dan terus terjaga. Di balik setiap bibit yang ditanam, tersimpan
harapan untuk menenun ekonomi Kawasan dan menghangatkan kembali keharmonisan
sosial,” kata Asep Sontani, SEVP Operasional PTPN I Regional 5.
Asep
menambahkan, PTPN I tidak sendiri dalam membangun sinergi dengan Masyarakat.
PTPN IV sebagai entitas sejawat di bawah PTPN Holding punya andil terhadap
kolaborasi ini. Ia menyebut kebijakan kolaborasi antar-regional ini sangat
strategis untuk menguatkan rasa kebersamaan dengan warga.
“KSO
ini mencakup sekitar 10.000 hektare hasil kolaborasi antara PTPN I dan PTPN IV.
Komoditas kopi menjadi prioritas utama kami selain karet. Kami terus
berkolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, balai
penelitian pertanian, hingga masyarakat. Harapannya, hasilnya bisa dirasakan
tidak hanya oleh PTPN, tapi juga seluruh stakeholder di sekitar Ijen,” kata
Asep.
Mendukung
hal tersebut, Ahmad Gusmar Harahap, Region Head PTPN IV Regional 3, menjelaskan
program ini memperbaiki komposisi umur tanaman untuk produktivitas. Tanam
perdana ini, kata dia, adalah bagian
dari replanting tanaman tua yang sudah tidak produktif. Harapannya, hasil
produksi bisa mencapai standar yang telah ditetapkan, baik dari sisi kuantitas
maupun kualitas. “Kualitas kopi menjadi perhatian utama. Produktivitas tinggi
tanpa kualitas tidak menjanjikan di pasar. Karena itu, kami harus menjaga
dua-duanya.”
Sekretaris
Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya
tentang bisnis, melainkan juga tentang tanggung jawab sosial. PTPN I hadir,
kata dia, bukan sekadar sebagai entitas bisnis, tetapi sebagai bagian integral
dari masyarakat Ijen.
“Tanam
perdana ini adalah perwujudan nyata dari BUMN untuk tumbuh bersama masyarakat,
memulihkan trauma masa lalu, dan membangun masa depan yang lebih sejahtera dan
berkelanjutan," kata Aris.
Inisiatif
PTPN I ini disambut baik karena berdampak langsung pada kesejahteraan. Thomas
Evaluanto Nugroho, perwakilan Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN XII,
menyebut kegiatan ini akan menghidupkan roda ekonomi lokal.
“Kami
mendukung penuh langkah positif ini. Ada sekitar 3.000 pekerja yang terlibat
langsung mulai dari pengelolaan tanaman, perawatan, hingga panen. Dengan
investasi berkelanjutan seperti ini, roda ekonomi masyarakat akan terus
berputar,” kata dia.
Ia
menambahkan, total areal konsesi di wilayah Jampit dan Blawan mencapai sekitar
8.000 hektare lahan produksi. Langkah PTPN I ini didukung penuh oleh tokoh
masyarakat dan aparat keamanan setempat, yang melihat ini sebagai momentum
pemulihan harmoni.
Dewan
Penasihat Petani Ijen Berdaulat (PIB), Ustadz Zakaria Muchtar, menekankan
pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari perintah agama.
“Sudah
menjadi kewajiban setiap insan untuk menjaga kelestarian alam," ujarnya.
Komitmen
keamanan juga ditegaskan Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi. Ia mengatakan, dengan
dukungan semua elemen masyarakat, terutama aparat dari Koramil dan Kecamatan,
pihaknya menyatakan mendukung langkah PTPN I Regional 5 dengan inisiatif
replanting kopi dengan sistem padat karya ini. ”Harapan kami, Ijen tetap
kondusif agar masyarakat semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Keterangan Lebih Lanjut:
Holding Perkebunan Nusantara
PT Perkebunan Nusantara III
(Persero)
Telp: +6221 29183300
Ponsel: +6281370835057
email : sekretariat@holding-perkebunan.com

Comments
Post a Comment